Header Ads

Guru SMAN 7 Lhokseumawe Jadi Khatib Jumat di Masjid Al-Hikmah




SMAN7LSM.SCH.ID || Sosok guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membimbing masyarakat. Hal itu tampak pada pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Hikmah, Jumat (3/7), ketika seorang guru dari SMAN 7 Lhokseumawe dipercaya menjadi khatib.

Dalam suasana yang khusyuk, jamaah memadati masjid untuk menunaikan ibadah Salat Jumat. Dari mimbar khatib, guru tersebut menyampaikan khutbah dengan bahasa yang santun, mudah dipahami, dan sarat dengan pesan-pesan keislaman. Jamaah tampak menyimak setiap nasihat yang disampaikan, mulai dari kalangan orang tua hingga generasi muda.

Kepercayaan yang diberikan kepada seorang guru untuk menjadi khatib Jumat menunjukkan bahwa profesi guru memiliki peran yang sangat luas. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan di sekolah, guru juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia yang diajarkan kepada peserta didik juga dapat disampaikan kepada masyarakat melalui mimbar dakwah.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan membiasakan diri melakukan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya mendidik generasi muda agar memiliki ilmu pengetahuan yang seimbang dengan akhlak yang baik. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter masyarakatnya.

Suasana di Masjid Al-Hikmah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tenang hingga selesai. Kehadiran guru sebagai khatib memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi inspirasi bahwa dunia pendidikan dan dakwah merupakan dua hal yang saling melengkapi.

Peran guru di tengah masyarakat memang tidak berhenti ketika jam pelajaran usai. Di luar lingkungan sekolah, guru sering kali dipercaya menjadi pembicara, pemateri, imam, maupun khatib dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada guru sebagai figur yang mampu memberikan pencerahan dan keteladanan.

Momen seperti ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seorang guru berdiri di atas mimbar menyampaikan pesan-pesan agama, ia sedang menjalankan misi yang sama seperti saat berada di sekolah, yaitu mendidik, mengingatkan, dan mengajak kepada kebaikan.

Diharapkan, sinergi antara dunia pendidikan dan kegiatan keagamaan terus terjalin dengan baik. Guru yang aktif berkontribusi dalam kegiatan masyarakat akan semakin memperkuat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar. Kehadiran mereka tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan formal, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat.

Dengan amanah sebagai khatib Jumat di Masjid Al-Hikmah, guru SMAN 7 Lhokseumawe telah menunjukkan bahwa pengabdian seorang pendidik tidak mengenal batas tempat. Baik di sekolah maupun di tengah masyarakat, guru tetap menjadi sosok yang membawa ilmu, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, dan menginspirasi banyak orang untuk terus meningkatkan kualitas iman, akhlak, serta kepedulian terhadap sesama. Semoga kiprah seperti ini semakin banyak dilakukan oleh para pendidik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. (AR) 

Tidak ada komentar