Header Ads

test

Bina Siswa Rentan, Guru SMAN 7 Lhokseumawe Kunjungi Rumah Siswa

 


Lhokseumawe - Banyak sekolah yang memiliki siswa rentan. Siswa rentan merupakan siswa yang berada dalam kondisi kesulitan untuk menyelesaikan sekolah hinggau tuntas. Banyak faktor yang menyebabkannya, misalnya kondisi ekonomi, broken home, dan beberapa faktor lainnya. Guna membina siswa rentan tersebut, guru SMAN 7 Lhokseumawe melakukan kunjungan ke rumah siswa. Salah satunya yang dilakukan pada Sabtu (13/3).

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 7 Lhokseumawe, Effendi SPd yang ditemani Wali kelas, Fauziah SPdI, mengunjungi salah seorang siswa rentan. Siswa ini sudah sering tidak masuk sekolah. Beberapa pembinaan sudah dilakukan sehingga perlu dilakukan kunjungan ke sekolah.

Wali kelas lainnya, Mahdi Abdullah SPdI, ketika mengunjungi rumah siswa ternyata siswa tersebut tidak ada di rumah. Sementara laporan orang tua, siswa tersebut berangkat ke sekolah. Tetapi siswa tersebut tidak sampai di sekolah. Mahdi lantas berinisuatif mencari siswa tersebut di salah satu cafe yang dicurigai tempat berkumpulnya siswa bolos.




Hasil kunjungan Mahdi, ternyata siswa tersebut berada di cafe yang dimaksud bersama siswa dari sekolah lain. Mahdi berharap siswa tersebut mau berubah sehingga lebih rajin ke sekolah.

Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Drs Mukhtaruddin MPd, menjelaskan bahwa pembinaan terhadap siswa rentan akan terus dilakukan. 

"Kita berharap seluruh anak menyelesaikan sekolahnya hingga tuntas. Terhadap siswa rentan, kita akan terus melakukan pembinaan," ujar Mukhtaruddin.

Mukhtaruddin mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu mengawasi siswa SMAN 7 Lhokseumawe. Termasuk juga, tambah Mukhtaruddin, cafe-cafe atau warung kopi.




"Kita mohon dukungan pimpinan kecamatan dan gampong serta seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi siswa SMAN 7 Lhokseumawe. Kepada pemilik cafe dan warung kopi kita minta untuk tidak menerima siswa SMAN 7 Lhokseumawe pada saat jam pelajaran atau masih menggunakan seragam sekolah," pungkas Mukhtaruddin.

Lebih lanjut Mukhtaruddin menuturkan bahwa tanpa dukungan semua pihak, maka sangat sulit memajukan pendidikan yang berimbas pada akhlak dan prilaku anak-anak. (*)

Tidak ada komentar